Alam Semesta Bersatu Untuk Menggali Harta Sang Alkemis

Alam Semesta Bersatu Untuk Menggali Harta Sang Alkemis

Apa yang akan kau lakukan ketika di saat-saat kau merasa hidupmu sempurna, ada serbuan mimpi-mimpi yang menggodamu untuk meninggalkan tanah yang kau cintai, mengembara dan berkemungkinan terlunta-lunta di negeri asing?

re_buku_picture_86060

Judul buku : Sang Alkemis

Penulis       : Paulo Coelho

                        Penerjemah        : Tanti Lesmana

Penerbit     : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ke         : 13

Waktu terbit       : Juni 2012

Tebal          : 216 halaman

Harga                  : Rp 40.000,00

 

 

 

 

Jika Batu Filsuf adalah karya agung peneliti alkimia, maka Sang Alkemis adalah karya agung Paulo Coelho. Terlahir dari keluarga mekanik pada 20 Agustus 1947 di Rio de Janeiro, Brazil, Coelho dari mudanya telah bercita-cita menjadi penulis, seperti Santiago dalam Sang Alkemis bermimpi untuk menjelajah dunia. Namun keinginan Coelho terhambat oleh orangtuanya sendiri. Di usia 16 tahun, Coelho dikirim orangtuanya sendiri ke institusi pendidikan mental hingga ia berusia 20 tahun. Namun seperti kemudian ia nyatakan , “Mereka tidak melakukannya untuk menyakitiku, mereka hanya tidak tahu apa yang harus dilakukan… Mereka tidak bermaksud menghacurkanku, mereka melakukannya untuk menyelamatkanku.”

Tokoh utama dalam novel ini adalah remaja bernama Santiago. Ia telah meninggalkan kehidupan di seminari yang statis dan menjamin kedudukan pastur di masa depan, demi impian menjelajah yang telah menghidupi hatinya sejak ia kecil. Keterbasan ekonomi membuatnya hanya bisa menjelajah sambil menggembala domba. Dua tahun lamanya ia menjelajahi padang-padang Andalusia, dan dua tahun itu ia menikmati pengembaraannya, jatuh cinta pada hidupnya.

Tetapi kemudian ia mendapatkan mimpi berulang mengenai harta karun di Piramida-Piramida Mesir yang mengganggunya. Ia lalu bertemu dengan Melkisedek di Tarifa. Pria tua yang mengaku sebagai Raja Salem itu menasihati Santiago dengan kebijaksanaannya –  bahwa manusia bisa kapan saja memilih untuk menjalani mimpi-mimpi mereka. Petualangan Santiago ke Mesir pun dimulai.

Santiago bertemu banyak orang dalam perjalanannya – pedagang kristal, seorang pria Inggris, cinta sejatinya Fatima di oasis, dan sang alkemis itu sendiri. Pencarian harta dunia itu pun berubah menjadi pencarian harta jiwa, yaitu Jiwa Dunia. Dalam buku ini dicantumkan bahwa hati manusia berasal dari Jiwa Dunia, dan mendengarkan kata hati berarti mendengarkan jiwa dunia itu sendiri.

Walaupun akhirnya Santiago menemukan bahwa harta yang dicarinya itu sebenarnya berada di Andalusia, ia tidak menyesali pengorbanannya. Sebaliknya ia justru bersyukur karena mampu menjalani takdirnya dan mendapatkan lebih dari sekedar emas dan mata uang kuno. Terutama pertemuannya dengan cinta sejatinya, seorang gadis gurun Al-Fayoum bernama Fatima.

Dalam novel ini disebutkan bahwa hal yang harus dimiliki untuk menggapai Jiwa Dunia adalah keberanian. Berani untuk meninggalkan zona aman dan berani melakukan kata-kata hati kita. Karena walaupun semua orang ingin menjadi pribadi yang sukses, jarang ada yang berkomitmen saat menjalani takdir mereka. Jarang ada yang cukup kuat berdiri saat orang-orang meragukan mereka. Membaca novel ini membantu kita menemukan kekuatan dan kesadaran bahwa tak ada hasil tanpa perjuangan, dan perjuangan akan selalu membuahkan hasil walaupun kadang tak sesuai dengan apa yang awalnya kita impikan.

Tak diragukan lagi karya klasik Coelho yang satu ini adalah novel yang wajib dibaca semua kalangan. Ia berhasil melarutkan pelajaran berharga ke dalam lautan sastra dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Di tengah kemiskinan dunia sastra akan buku berbobot, Sang Alkemis adalah pelepas dahaga. Dialog berbobot dalam novel ini membantu pembaca berefleksi pada kehidupannya sendiri.

Saya merasa kesulitan menemukan kekurangan dalam buku ini karena semuanya terliha begitu sempurna, jatuh pada tempatnya.

Novel keenam pria yang sekarang berusia 65 tahun ini memang pantas dianugerahi Guinness World Record for Most Translating Book by Living Author dan adalah sangat tepat ketika UN menamainya Messenger of Peace. Secara pribadi, penulis menilai novel berjudul asli O Alquimista ini yang terbaik dan paling bermakna dibandingkan novel lain Coelho seperti Brida atau The Pilgrimage. Apalagi dibandingkan novel-novel bergenre sejenis dari novelis lain. A must to read!

Dalam kurun waktu tertentu – entah itu tahun, dekade, atau malah abad – terbit novel yang menggugah dan mengubah hidup pembacanya. Sang Alkemis adalah salah satu dari novel-novel tersebut.

“I doimages (5)n’t live in either my past or my future.

I’m interested only in the present.

If you can concentrate always on the present,

 you’ll be a happy man.

Life will be a party for you, a grand festival,

because life is the moment we’re living now.”

 

 

 

p.s : English version will (insyaAllah) soon followed

p.p.s : penasaran dengan kisah Santiago selengkapnya? Synopsis The Alchemist, coming real soon!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s